yang mengikuti saya

Friday, April 1, 2016

Mengintip Gay dan Transgender di Seminyak Bali

Malam Sudah begitu larut
Seperti ombak pasang di laut,  hingar-bingarnya tak turut surut
Para lelaki  berdandan layak perempuan
Hanyut dalam dentuman musik disko mengiringi sang biduan
Malam kian kelam udara pun mendingin
Namun kehidupan baru ditiupkan sang angin

             Kehidupan malam di wilayah Legian sangat terkenal dengan night club-nya. Namun bagaimankah dengan daerah Lain? Mari kita menghabiskan waktu dengan berjalan jalan ke Seminyak.

            Tepat di Jalan Camplung Tanduk, ada empat bar yang berbeda dengan  bar-bar lainnya. Mixwell, Balijoe, Bottom-Up dan Dix Club. Keempat bar ini menawarkan pertunjukan yang bertema sama, yaitu Drag Queen dan Gogo Dance Pria.

            Drag Queen sendiri merupakan pria yang berdadan serta bergaya perempuan. Biasanya para penyanyi perempuan seperti Lady Gaga, Beyoncé Knowless, Nicky Minaj, dan yang lainnya menjadi  model sesuai dengan peran yang dituntut. Mereka menyanyi lipsync lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para pesohor yang mereka perankan. Misalnya seorang dragqueen memerankan Beyoncé Knowless, maka lagu yang di-lipsynckan biasanya Crazy in Love, Listen, Déja-vu dan lagu-lagu lainya yang pernah dinyanyikan oleh penyanyi afro-amerika tersebut.

            Lain halnya dengan Gogo Dance pria. Mereka dituntut mememiliki tubuh yang indah. Biasanya berotot nan kedang. Tugasnya hanya meliuk-liukan tubuh dan memperlihatkan sebagian besar keindahan tubuh. Keindahan untuk menarik pengunjung yang rata-rata gay.

Eksistensi kaum Gay dan Transgender

            Letak keempat Bar Gay tersebut mudah dijangkau. Sebab berada tepat ditepi jalan Dhyana Pura Seminyak. Di situlah satu-satunya tempat bagi kaum Gay dan Trangender bersosialisasi. Bisa dikatakan, itulah tempat strategis untuk mencari pasangan hidup, ataupun sekedar senang-senang. Perkembangan teknologi informasi mendukung bar-bar  itu makin dikenal di Bali, Indonesia, maupun manca negara. Terbukti 'followers' dan ‘likers’ bar-bar tersebut  di akun-akun instagram milik warga dari berbagai daerah di dunia ini.

            Eksistensi kaum homoseksual yang sempat menuai kontroversi emotikon  di aplikasi ‘line’ tentu masih tersisa dalam ingatan. Kebanyakan daerah-daerah di luar Bali menyatakan tidak mendukung kelompok ini. Demikian juga terhadap kelompok transgender. Namun sebagian dari mereka  ingin tetap diakui keberadaanya. Jadi tidak mengherankan banyak kaum gay maupun transgender dari berbagai daerah di dalam maupun luar negeri berduyun duyun ke Bali. Dan keempat Bar muncul sebagai ‘kerajaan surga’ bagi mereka.

No comments:

Post a Comment